NEAR Protocol mengaktifkan perdagangan margin silang di 50 pasar perpetual Hyperliquid dengan leverage hingga 40x
## Konteks Pada 25 Oktober 2026, NEAR Protocol (NEAR), blockchain Layer 1 yang terdaftar di bawah regulasi MiCA, mengumumkan melalui publikasi tamu di CoinMarketCap bahwa perdagangan margin silang akan diluncurkan di 50 pasar perpetual platform Hyperliquid, dengan leverage maksimum 40 x. Tidak ada detail teknis yang diberikan dalam pengumuman tersebut, namun inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya penawaran produk derivatif bagi pengguna NEAR. Menurut data internal kami, NEAR memiliki skor 94,4 / 100, kapitalisasi pasar 5,88 miliar USD, volume harian 116,97 juta USD, dan TVL 207,76 juta…
Pada 25 Oktober 2026, NEAR Protocol, blockchain Layer 1 yang teregulasi di Uni Eropa, mengumumkan aktivasi trading margin silang (cross-margin trading) pada 50 pasar perpetual di platform Hyperliquid, dengan leverage hingga 40 kali. Inisiatif ini, yang bertujuan untuk memperluas akses ke produk derivatif terdesentralisasi, hadir di tengah persaingan yang semakin ketat antar protokol untuk menarik volume perdagangan institusional dan ritel. Konteks NEAR Protocol, yang diluncurkan pada tahun 2020, telah memposisikan diri sebagai salah satu blockchain Layer 1 paling dinamis di sektor ini, dengan kapitalisasi pasar sebesar 5,88 miliar dolar dan volume harian sebesar 116,97 juta dolar, menurut data CryptoScore Pro per 25 Oktober 2026. Protokol ini mendapatkan pengakuan regulasi di Eropa berkat pendaftarannya di bawah regulasi MiCA, yang memfasilitasi adopsinya oleh para pelaku institusional. Hyperliquid, platform yang spesialis dalam kontrak perpetual terdesentralisasi, memposisikan diri sebagai pesaing langsung dari raksasa seperti dYdX atau GMX, dengan mengandalkan infrastruktur yang dioptimalkan untuk kecepatan dan likuiditas. Pengumuman ini terjadi di tengah pasar derivatif kripto yang sedang berkembang pesat, di mana volume perdagangan pada produk leverage telah meningkat 35% secara tahunan (year-on-year), menurut estimasi firma Kaiko. NEAR, yang memiliki skor kualitas 94,4 dari 100 (CryptoScore Pro), berupaya memanfaatkan tren ini dengan menarik para trader yang mencari alat yang canggih. Namun, kurangnya detail teknis mengenai mekanisme likuidasi atau manajemen risiko menimbulkan ketidakpastian mengenai ketangguhan penawaran tersebut. Fakta Pengumuman tersebut, yang dipublikasikan sebagai kontribusi tamu di CoinMarketCap dan diteruskan oleh DiarioBitcoin, merinci bahwa NEAR Protocol akan mengaktifkan trading margin silang pada 50 pasar perpetual di Hyperliquid, dengan leverage maksimal 40 kali. Berikut adalah poin-poin utama yang dikonfirmasi: Peluncuran dijadwalkan pada akhir Oktober 2026, meskipun tanggal pastinya belum dikomunikasikan. Leverage 40x merupakan peningkatan signifikan dibandingkan standar industri, di mana platform umumnya menawarkan level antara 10x hingga 25x. NEAR Protocol telah memperoleh empat audit keamanan level 1 yang dilakukan oleh Trail of Bits, memperkuat kredibilitas infrastrukturnya. Berdasarkan data CryptoScore Pro per 25 Oktober 2026, token NEAR memiliki valuasi sebesar 5,88 miliar dolar, dengan volume harian 116,97 juta dolar dan total value locked (TVL) sebesar 207,76 juta dolar. Aktivitas pengembangan protokol tetap kuat, dengan 79 commit di GitHub selama empat minggu terakhir dan sembilan pembaruan perangkat lunak (releases) dalam 90 hari terakhir. Namun, beberapa informasi krusial masih belum diungkapkan: Aset yang memenuhi syarat sebagai jaminan untuk cross-margin trading belum dirinci. Tidak ada detail yang diberikan mengenai mekanisme likuidasi, ambang batas margin, atau biaya yang berlaku. Daftar 50 pasar perpetual yang terlibat belum dipublikasikan. Kondisi pembagian modal antara berbagai posisi terbuka di bawah cross-margin masih belum jelas. Pengumuman tersebut, yang diatribusikan kepada CryptoTicker ENG, disajikan sebagai "guest post" di CoinMarketCap, tanpa isi artikel yang lengkap. DiarioBitcoin menekankan bahwa kurangnya rincian teknis ini menghalangi verifikasi independen terhadap modalitas operasionalnya. Memahami Konsep Kunci Cross-margin vs Isolated margin Trading margin memungkinkan investor untuk meminjam dana guna memperbesar posisi mereka, dengan menggunakan sebagian dari modal mereka sebagai jaminan (margin). Dalam kasus margin terisolasi (isolated margin), setiap posisi bersifat independen: jaminan yang dialokasikan untuk satu transaksi tidak dapat digunakan untuk menutup kerugian dari transaksi lainnya. Sebaliknya, margin silang (cross margin) menggabungkan seluruh dana yang tersedia di akun untuk menutup semua posisi yang terbuka. Sebagai contoh, jika seorang trader memiliki 1.000 dolar di akunnya dan membuka dua posisi masing-masing senilai 500 dolar dengan margin silang, kerugian pada salah satu posisi dapat dikompensasi oleh dana yang tidak terpakai dari posisi lainnya. Pendekatan ini mengoptimalkan penggunaan modal, namun mengekspos trader pada risiko likuidasi total jika terjadi pergerakan pasar yang tidak menguntungkan. Kontrak Perpetual (perpetual contracts) Kontrak perpetual adalah produk derivatif yang memungkinkan spekulasi terhadap harga suatu aset (seperti Bitcoin atau Ethereum) tanpa tanggal kedaluwarsa. Berbeda dengan kontrak berjangka klasik, kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate (biaya pendanaan) untuk menjaga harganya tetap selaras dengan harga aset dasar (underlying asset). Misalnya, jika harga kontrak perpetual Bitcoin melebihi harga spot-nya, trader dengan posisi long membayar biaya pendanaan kepada trader dengan posisi short, yang mendorong trader short untuk masuk ke pasar dan memulihkan keseimbangan. Instrumen ini populer karena fleksibilitasnya, namun kompleksitasnya membuat instrumen ini hanya diperuntukkan bagi trader berpengalaman. Leverage (leverage) Leverage memungkinkan trader untuk melipatgandakan eksposur mereka terhadap suatu aset tanpa harus mengunci modal yang setara. Dengan leverage 40x, seorang investor dapat mengontrol posisi senilai 40.000 dolar hanya dengan margin 1.000 dolar. Jika harga aset naik 1%, keuntungan dari posisi tersebut akan menjadi 40%, namun penurunan 1% akan menyebabkan kerugian 40%. Mekanisme ini memperbesar keuntungan sekaligus kerugian, dan dapat menyebabkan likuidasi cepat saat terjadi volatilitas. Sebagai contoh, penurunan harga aset dasar sebesar 2,5% sudah cukup untuk melikuidasi posisi yang dibuka dengan leverage 40x, jika ambang batas likuidasi ditetapkan pada 2,5%. Total Value Locked (TVL) TVL (Total Value Locked) mengukur jumlah aset yang disimpan dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang berfungsi sebagai jaminan untuk pinjaman,…